Wednesday, January 25, 2017

Things I Want To Change For Baby #2

Namanya juga first-time parenting, membesarkan Daru pasti banyak trial dan errornya. Hal-hal yang gue banggakan sampe saat ini sih ada, yaitu toilet training dan menyapih. Bukan karena konsistensi juga sih, gue rasa gue lebih banyak terbantu dengan sifat anak ini yang cuek dan nggak baperan. Jadinya perubahan kebiasaan tuh, nggak menemui rintangan berarti.

Trus, apa error dari proses membesarkan Daru yang tidak gue banggakan? Ada 2, yaitu soal sleep training dan makan.


Bahas soal pola tidur dulu ya. Sewaktu Daru masih bayi dan masih dalam perut, gue nggak pernah baca-baca soal pola tidur bayi. Gue berpikir di rentang usia 3 bulan, bayi akan tidur nyenyak dengan sendirinya. Tiga bulan lewat, kok masih bangun-bangun juga tiap malam. Oke saat MPASI, gue masih berharap Daru lebih nyenyak tidur (karena katanya lebih kenyang). Eeeeh, ngga juga. Jadi, apa yang salah?

Sebagai ibu rumah tangga, gue kan standby 24 jam di rumah. Begitu pun dengan gentong ASI gue, kapanpun Daru minta, gue akan kasih. Termasuk saat rewel yang mungkin maksudnya ngantuk, tapi dengan pemalasnya gue artikan dengan minta nenen. Nggak jarang (bahkan selalu) Daru tidur malam itu dengan cara dinenen, bukan dengan cara lain misal dengan puk-puk atau gendong. Boro-boro tidur mandiri deh..

Akibatnya, hingga usia DUA TAHUN, saatnya disapih, gue nggak pernah merasakan tidur nyenyak lebih dari 2 jam. Karena baru tahu juga setelah menyapih bahwa tidur bayi yang dinenenin itu tidak akan nyenyak dibanding tidur mandiri. Belum lagi gue co-sleeping alias tidur bertiga. Nggak pake box.

Lelah? Ya walaupun bangun dua jam sekali, gue buka gentong langsung tidur lagi sih. Dan semalam gue bisa kayak gitu 3-4 kali sesuai dengan jumlah tidur gue 6-7 jam. Jadi gue nggak pernah merasa ngantuk banget gitu. Walaupun, setelah disapih, baru ngerasain lagi deh tidur tanpa interupsi selama 7 jam. NIKMAAAATTT!!!

Hamil kedua ini gue banyak baca-baca soal sleep training bayi. Secara teori, bayi akan tidur lebih lama dan mandiri jika dibiasakan sedini mungkin (sejak lahir). Jadi yang gue lakukan pertama kali adalah dengan punya baby box! Sebenernya waktu hamil Daru punya juga sih. Tapi ngga kepake karena gue budayakan nenen sambil tidur itu.

Yang kedua, adalah tekad sekuat baja untuk menidurkan bayi secara disiplin. Lagi, teori yang gue baca adalah dengan tidak menyusui bayi hingga tertidur. Jadi dibiarkan hingga setengah tertidur, lalu letakkanlah ia di tempat tidurnya. Lalu, kalo bayinya nangis? Biarin aja! Awal-awal pasti nangis, tapi lama kelamaan dia akan biasa.

Duuuh biyuuungggg…

Ini pasti nggak mudah ya. Apalagi gue: 1) Nggak tahan denger bayi nangis, 2) super ngantukan. Tapi karena rencananya gue akan langsung membawa pulang bayi ke rumah sendiri (bukan rumah mertua seperti saat Daru lahir), jadi seharusnya bisa sih. SEMANGAT MAMAK SETROOOONNNG…

Yang kedua, soal makan. Kalau soal sleep training gue merasa itu murni kesalahan gue, kalo ini gue merasa ada andil takdir dalam membuat Daru nggak doyan makan sampai saat ini dan belum juga makan table food. Ngeleeeesss….

Gue bukan penganut metode BLW, masih konvensional. Waktu mulai MPASI, Daru gue bikinin pure-pure buah, sayur layaknya MPASI lainnya. Seinget gue, dari awal Daru udah nggak terlalu suka makan, terutama sayur dan buah. Kalau yang gurih kayak ayam, filet ikan, daging dia suka. Bukan soal itu sih yang membuat gue terganggu sampe sekarang.

Karena saat itu dia nggak mau makan, gue mengandalkan cara super klasik (kalau nggak mau dibilang basi) yang membuat anak mau makan: minta mbak untuk jalan-jalan keluar sambil disuapin! Cara ini bisa berhasil 80% karena memang isi piring Daru tinggal sedikit kalau dibawa jalan. Tapi cara ini pun menjadi bumerang gue saat nggak ada mbak! Gue terpaksa menelan pil pahit Daru nggak mau makan sama sekali saat lebaran tiba. Huhuhuhuuu…

HIngga saat ini, Daru juga belum bisa makan table food, semua menunya harus khusus gue bikin sendiri. Yang dalam satu jenis makanan itu ada sayur di dalamnya. Misal: nugget ayam wortel, udang cincang tahu brokoli, bola-bola daging buncis, dan semacamnya. Lelaaah hayatii… Kapan ini berakhiiir?

Karena itu, gue MUNGKIN akan menerapkan metode BLW pada anak kedua gue. Agar dia bisa memilih sendiri apa yang disuka. Dan yang paling penting, anak gue nanti saat makan HARUS DUDUK! Ngga ada lagi tuh yang namanya digendong dan jalan-jalan. Kalau mau jalan ya nggak makan.

Semoga rencana-rencana perubahan gue dalam menyambut bayi kedua ini bisa berhasil ya. Bring it on!


No comments:

Post a Comment