Friday, September 25, 2015

Cerita Menyapih Handaru

Tak kusangka tak dinyana, akhirnya kutiba pada episode hidup: menyapih.


Menyapih buat gue itu suatu hal yang cukup sulit, bahkan lebih sulit dari menyusui. Emang dasar manusia ga ada puasnya ya, duluuu ajeee nyusuin sambil nangis-nangis (soalnya pakek adegan bebi blus), sekarang bilangnya menyapih yang sulit.

Sebelum tau kalo nyusuin itu sakit mak :))

Yaa kalo boleh dibandingin, menyusui itu emang susah. Susahnya drama puting sakit (padahal banyak yang lebih sakit), drama begadang karena bayi bangun sejam sekali, drama newborn sekali nenen bisa berjam-jam, tapi semuanya HARUS dijalani. HARUS. Kalo nggak, bayinya nggak makan dong?
Umur 1 hari langsung berubah jadii...



Sedangkan kalau menyapih, harus dipaksakan dari kedua belah pihak. Anaknya harus menyesuaikan diri, emaknya juga. Anak yang biasa nenen dua jam sekali (IYA! MEnuju dua tahun, Daru masih nen dua jam sekali!), harus menerima kenyataan bahwa nenennya harus dikurangi secara perlahan. Dan dari guenya, yang harus bisa sabar dan tabah menghadapi cranky-nya anak dua tahun yang udah bisa punya mau dan bisa ngamuk kalau nggak dikasih keinginannya.

Bisa dibilang, kesulitan menyapih ini mungkin akibat kemalasan gue sendiri. Once I got breastfeeding in my hand, apa-apa anak guah ditetekin. Mewek dikit, mo nenen kali nih . Ya kalo dari pembelaan akik, Daru waktu lahir underweight (2,2 kg) jadinya gue harus sering neteĆ­n tanpa kenal waktu. Jadinya kebiasaaan dan Daru SANGAT tergantung dengan tetikadi akika, ditambah lagi emaknya ngga kerja kantoran. “Kapanpun aku mau nenen, tersedia 24 jam.” - Handaru

Begini dalam dua bulan! Breastmilk monster, he is :D
Gue sih maunya proses menyapih Handaru menganut WWL alias weaning with love, yang pada prinsipnya kan membiarkan anak secara natural mengurangi sendiri frekuensi nenennya, sambil sang Ibu secara konsisten memberikan pengertiannya kalau si anak sudah besar, sudah bukan waktunya menyusui lagi, dan kebiasaan menyusuinya dialihkan ke hal lain. Setuju banget gue, karena gue sendiri bukan penganut oles-oles tetikadi pake brotowali, sambiloto, and the gank. Selain rempong (zzzz), kasian anaknya. Bukannya anti cara-cara itu, tapi gue akan milih cara itu sebagai senjata terakhir kalau WWL nggak berhasil.





Tapiii, tentu saja WWL punya downsidenya juga. Buat gue hal-hal yang menjadi concern itu:
1.       Daru hingga saat bulan puasa kemarin (Juli 2015) umurnya 23 bulan. Di saat itu (dan saat ini pun) ia belum bisa bicara lancar dan (gue pikir)  belum mengerti perkataan gue. Jadinya gue dengan sedikit rasa rendah diri (mungkin underestimate anak sendiri?) kalau Daru nggak akan ngerti sama apa yang gue katakan ke dia.

2.       Did I say Daru was SO addicted to breast milk? Saat cranky, ia dengan mudah tenang setelah dikasih nenen. Tidurnya pun sangat bergantung ASI, gak tidur siang atau malam. Pokoknya tidur harus pake ASI. Pernah nggak dikasih, nguaaaamuuukk sampe berjam-jam. So, no ASI, no sleep?

Every day, almost every hour 


3.       Intinya, tanpa bantuan brotowali, sambiloto atau pait2an, harus punya kesabaran segede Ka’bah.

TAHAP PERTAMA MENYAPIH

Walaupun dengan ketiga poin di atas tadi sebenernya gue udah pasrah usaha gue akan sia-sia, gue mencoba aja lah. Momennya tepat saat itu, karena bulan puasa. Dari tahun lalu gue juga udah puasa sih, tapi masih nyantai. Kalau kuat, ok. Kalau ngga, yaudah, namanya juga masih menyusui. Tahun 2015 walaupun frekuensi nyusuin Daru masih sering, gue sekalian mo manfaatin momen bulan puasa untuk latihan menyapih. Gimana caranya?

Mono bilang, kita coba diomongin aja. Diomongin apaa? Dia masih diem dan nggak tau gimana. Tiba-tiba dateng ide aja gitu, saat Daru minta nenen, Mono bilang, ‘’Eh, no yaa. Pocoyo nggak nen. Thomas nggak nen.” Sampe sekarang dia masih sukaaa banget sama Pocoyo sama Thomas. Gue sih pengen ngakak tapi pasang muka yakin ke anaknya.

Reaksi Daru? Priceless. Dia kayak mikir gitu, dan urung minta nen.

What??? So, it works???? Beberapa jam kemudian, dia minta nen lagi, tapi kita tolak dengan alasan yang sama. Dan dia menerima itu.

Jadi untuk poin 1, gue salah besar.

Unbelievable.

Singkat cerita, selama 30 hari puasa, frekuensi nenen Daru yang tadinya masih 2 jam sekali, berkurang total jadi….

Tiap mau tidur aja! Tidur siang sekali, tidur malam dua kali (saat mau tidur dan tengah malam pas kebangun).

Jadi, semudah ituu? Tentu tidak, kan saya beri Combantrin. Tapi cara ini membuat gue lebih pede untuk mencoba lagi. Mari kita lanjut ke tahap selanjutnya.


TAHAP KEDUA MENYAPIH

Walaupun tahap pertama udah sukses, gue masih menunggu Daru ultah kedua untuk mulai bener-bener menyapih.

Di ultah keduanya, Daru masih nenen tiap mau tidur. Perasaan underestimate gue terhadap kemampuan gue sendiri dan ke Daru tetap ada, jadinya gue tidak menghentikan kebiasaan nenen setiap mau tidurnya itu. Gue masih berpikir, ah kalo siang kan bisa dialihkan ke kegiatan lain, tapi kalo mau tidur? Ku tak sangguuup..

Bukan nggak pernah nyoba lho, pernaah banget buund. Yah gitu lah jadinya, se tempat tidur diisi adegan tangisan dramatis. Saya dan Mono yang udah lelah juga, akhirnya menyerah.

What we don’t know that….. it only takes ONE sleepless night to make him breast free!

Yup, cuma butuh satu malam buat bertahan, satu malam tanpa tidur, supaya Daru bener-bener nggak minta nenen saat malam hari.

Sekitar satu minggu yang lalu, akhirnya saya nekat mencoba tidur malam tanpa nenen sedikit pun. Saat itu saya sendiri udah sempetin tidur siang dulu hehehe, biar malemnya bisa nahan ngantuk. Trus siapin juga ketabahan hati kalo nanti pas tidur pun dibangun-bangunin.

Hmm sudah kuduga. Before sleep is a battle. Daru nangis dramatis sambil minta ‘’Nenen.. nenen.. “dengan air mata mengalir deras dan tangisan yang sungguh menyayat hati. Selama satu jam lebih, dia terus megangin nenen saya. Wahahahaha… Pegang boleh masuk mulut jangan ya nak! Saya awalnya membujuk, bilang kalau dia sudah besar, sudah kenyang (sebelumnya saya selalu persiapkan agar Daru tidurnya selalu dalam keadaan kenyang dan minum susu), dan Daru bisa tidur nindih mama kalau mau. Lalu akhirnya setelah satu jam gue pun capek ngebujuk, akhirnya pura-pura tidur aja. Mungkin karena sudah ngantuk berat, suasana temaram, dan sepi, akhirnya Daru menyerah. DIA PUN TERTIDURRRR!!!! YEAAAAHHH…

Tapi jangan seneng dulu tsay. Gue juga udah tau situasi ini ngga akan bertahan lama. Bener kan, selama 1 jam sampe 2 jam sekali, Daru bangun minta nenen sambil nangis kejer. Semua tawaran susu dalam botol dan dot, atau air putih ditolak. Gue pun harus tabah untuk ngebujuk lagi, sambil rela dejavu, karena adegan newborn bangun sejam sekali diulang. Terus dia tidur lagi. Gitu terus sepanjang malam.

 Paginya gue ngezombie, dan gue berpikir, cukuplah latihan malem ini.  Mungkin kalo harus begadang lagi, KUTAKSANGGUUUPPPPP…

Eh tak disangka tak dinyana (lagi), malemnya Daru tidur dengan pulas. Ngga pake nenen. Cukup dipuk-puk di atas badan (gue berperan sebagai kasur). Bangun cuma sekali sekitar jam 3, dipuk-puk lagi, tidur lagi. Karena tidur malam udah bisa, maka tidur siang pun tinggal mengikuti. Kadang gue nyanyiin lagu Pelangi Pelangi atau Lava Song nonstop karena itu lagu kesukaan dia sampe tertidur.

Sekarang, sudah seminggu lebih Daru lepas nenen. Tidurnya sekarang hanya butuh satu syarat, niban emaknya, hahaha.. Perasaan gue? NGGAK PERCAYA. GUE BISA NIH. DARU JUGA. Bayi yang tadinya nenen 2 jam sekali, lepas total sama nenen. Nggak pake oles-oles brotowali, nggak pake ninggal2 ke luar kota beberapa hari, pokoknya weaning with love. CIYEEE…

Satu hal yang gue pelajari dari weaning with love ini adalah, NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF, MOREOVER YOUR BABY. Gue menyesal karena udah underestimate anak sendiri. Karena ternyata memang bener kalau anak itu lebih pintar dari yang kita kira. Karena masih golden age, perubahan kebiasaan mungkin awalnya sulit, tapi ngga butuh waktu banyak.

Ya mungkin cara ini ngga bisa diaplikasikan ke setiap anak, karena tiap anak kan beda sifatnya. Cuma mau ngasih semangat buat para bundas yang lagi berjuang menyapih,  semoga modal yakin dari mamanya dan perjuangan semalam suntuk tanpa tidur berbuah hasil ya bundas.. Dibandingin sama begadang pas newborn, mendingan ini dooong, hehehe..

YEAAAAAYY SEKARANG BISA PAKE DRESS KALO PERGI-PERGIIIIII!! XD

No comments:

Post a Comment