Monday, April 20, 2015

Australia (Melbourne & Sydney) Trip Day 4: Melbourne-Sydney Bound, Broadway Mall



Kamis, 25 September  2014

Hari keempat di Australia diisi dengan perjalanan kami dari Melbourne ke Sydney.

Alhamdulillah, kami nyampe Sydney dalam keadaan cukup lancar.. sekaligus amsyong.


Lancarnya karena saya berhasil! Berhasil! Berhasil! Membawa Daru ke dalam penerbangan 1 jam kelas ekonomi dalam keadaan anaknya sadar alias nggak tidur. Amsyongnya… Sydney hujan seharian itu, jadi batal lah semua rencana, yang ada kita malah ngendon di mall. So, no photo for today! Begitulah pemirsah…

Di pagi hari keberangkatan menuju Sydney, saya udah menghipnotis diri sendiri… gak boleh panik, gak boleh panik, gak boleh panik. Diucapkan tiga kali sambil muter tujuh kali sambil berendem air mawar.

Ngok.

Intinya memang nggakboleh panik sih, karena kalo kita udah keder duluan, pasti akan nuler ke anak. Hasilnya? Beliau akan lebih cranky dari kita. Jadi sugesti positif udah gue tanamkan duluan di hati, senyum ajah sambil siapin makan yang banyak. Kalo nangis? Kasi tetikadi atau kue. Yuuuk…

Pas nyampe Melbourne Airport, anaknya sih emang lagi bobo. Tapi emang kita nyampenya kecepetan. Biasa deh ya, sindrom manusia Yakarta yang pengen cepet2 nyampe airport, takut kena macet di tol bandara. Yakeleeessss..

Saat masuk boarding room JetStar, anaknya bangun. Ya dimulailah pecicilan parteee.. Doi bergerak ke sana kemari, masuk kolong, telentang, tengkurep, sambil sekali-sekali nenen.





Yak, hanya sempet ngambil empat foto ini di hari ini.
 Karena nunggunya cukup lama, akhirnya Daru ketiduran lagi sesaat sebelum masuk pesawat. YESSSSSSSS!!!!

Inilah yang gue impi-impikan. Cincailah ya penerbangan kali ini. Soalnya kan jarak Melbourne- Sydney cuma 1 jam. Biasanya sih, Daru tidur siang antara 1-2 jam. Yihaaa… bisa lah ya kaaak!

Tapi oh tapi, ketenangan gue buyar mendadak ketika disamperin pramugari. Gue udah H2C juga sih takutnya Daru bangun ketika dipakein seatbelt khusus baby. Duh, semoga ni anak tetap gak sadar ya..
Ternyata…. Bangun sodara-sodara! 

Langsung inget! SENYUUUUUUMMMMMMMM…. Padahal dalam hati udah mencelos parah.

Mungkin efek sugesti positif kali ya, Daru bangunnya nggak nangis. Doi pun sepertinya nggak ada keinginan untuk menjelajah. Apalagi gue dapetnya window seat, rada susah kan ya kalo mau keluar masup. Palingan siapin pita suara aja sih yuuuk, soalnya gue kudu tepuk tangan sambil nyanyi Ada Kodok sepanjang perjalanan dengan merdu.

Satu jam pun berakhir sudaaaah! Pengen tepok tangan buat diri sendiri rasanya. Prok prok prok.. *semaput*

Sama seperti di Melbourne, ketika sampai airport, kami langsung nyari taksi. Tapi di Sydney ternyata peraturannya lebih ketat. Soalnya ketika drivernya ngeliat Daru, dia langsung ngeluarin car seat, dan Daru wajib duduk di situ.

Perjalanan ke hotel nggak sampe 15 menit. Kami pun sampai di Vulcan Hotel. Dengan review super puas di hotel Melbourne, tentunya kami berharap yang sama dong dengan hotel ini. Tapi udah expect less juga sih karena ngga ada kitchenette-nya. Abis, hotel di Sydney rate-nya emang lumayan lebih mahal dibanding di Melbourne.

Hotel Vulcan ini adalah boutique hotel, nggak terlalu besar tapi desainnya vintage-y. Letaknya di Ultimo yang cukup strategis, ke Central Station dan Broadway Mall cukup jalan kaki. Tapi yang bikin ilfil adalah kamarnya yang super mini, nggak sampe setengah ukuran kamar kami di hotel Oaks on William Melbourne. Selain itu, Wi-Finya juga bayar 10 AUSD/ hari.

Walaupun kecil, hotel Vulcan punya restoran yang ada menu breakfast dan brunch-nya. Harganya pun nggak terlalu mahal. Gue pun akhirnya berniat untuk sarapan di sini di hari terakhir. Tapi sayangnya harus mengalami insiden gak enak ini

So, rekomen or not? Kalo inget KZLnya sih, gak bakal rekomen. Tapi selain itu, memang hotel ini nggak terlalu kids and baby-friendly  sih. Tapi buat couple, solo traveler, atau traveling without kids, hotel ini affordable dan strategis, dan nggak terlalu mahal. Kecuali buat biaya wifi-nya ya..

Rencananya setelah taro-taro koper, kami mau jalan-jalan ke Circular Quay dan foto-foto di Sydney Opera House. 

Tapi apalah yang lebih menggagalkan rencana outdoor selain hujan melanda?

Karena saat itu lagi hujan rintik-rintik, maka saya dan Mono membatalkan aja rencana ke Circular Quay dan diganti dengan mengemban misi mencari iPhone.

Jadilah,  kita ke emoool! 

Kebetulan Apple Store terdekat adanya di Broadway Mall, walking distance dari hotel Vulcan. Tadinya sih udah zbl-zbl dikit yaa, abisan udah jauh-jauh ke negeri orang mosok ke emol lagi.
Beri aku pantai! Stroll in the city! Bonbin! Hipster coffee shops! Apapun tempat  yang bisa di-instagramin!

Sampe di mall, setelah Mono daftar ke Apple Store untuk register pembelian iPhone 6 besoknya, kami lanjut jalan-jalan ke Target. 

What is Target? Target is a large retail store in Australia. Kalo kata P-Project mah, toko sagala aya. Honestly I’ve never been in a store like this. Mungkin clothing retail begini belum ada di Indonesia ya. Target pun berhasil mengubah perjalanan di mall yang tadiya dikira bakal ngebosenin, jadi mengasyikkan. Huahahahahahaa.. Apalagi kalo bukan karena nafsu belenjong!

Bedanya sama retail stores di Indonesia, selain harganya murah, pilihannya juga segambreng. Nggak Cuma jenisnya yang banyak, ukurannya juga. Nyari blouse, jogger pants, lace dress, lingerie, sampe baju anak, adin banget shay! Bedanya sama department store sini, semua item ready-to-wear, nggak bermerek, dan nggak mahal. Gimana idung nggak kembang-kempis bahagia? belom lagi dengan godaan mekap-mekap harga miring Rimmel dan Elf di depan idung. Kalo niat bawa modal mah, udah buka PO..

*pingsan*


Yang aku suki lagi dari Target, selesai belanja, kita nggak perlu ngantri di line kasir, karena Target memiliki sistem pembayaran self-checkout. Prosesnya, scan barang yang mau kita beli, mesinnya akan menjumlahkan harganya, pilih metode pembayaran, selesaaaai. Canggih ya..

Selain Target kami mampir juga ke K-mart dan Coles. K-mart sebenernya mirip sama Target, tapi barang yang dijual lebih ke knick-knacks sih. Barang elektronik, cushion, lampu, sampe disc PlayStation. Sedangkan Coles itu supermarket. Di sini aku bahagia karena menemukan sekaleng Nutella 500gram seharga 5 AUSD aja! Borong sis…

Setelah selesai keliling-keliling, kami makan di foodcourt Broadway Mall dan balik ke hotel. Hari jadi anak mall pun berakhir!

2 comments:

  1. Salam kenal mbak....
    wah aku blm sempet mo ke Broadway shopping centre. Padahal udah diajakin sama temen, trs dia bilang: "Iya supaya kamu bisa check-in location trs tulisannya BROADWAY..." :)))) anyway, di Coles malah biasanya Nutella 750gram jadi antara 5-6 dollar sahaja. Jarang sih. Jadi sekalinya sale, ibu2 pastinya pada borong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Tyka, salam kenal..
      Sebenernya mall-nya biasa aja sih mbak, apalagi jam 5 semuanya udah pada tutup hihi. Tapi emang aku norak jadinya betah lama2 di Target dan Coles :))) Dan yes, bisa check-in di BROADWAY hahahaha.. Wah, tengkyu infonya mba. Bisa nitip Nutella ke temen yang lagi di sana nih :D

      Delete