Tuesday, March 3, 2015

Handaru, 18 Months



Suka amazed ngeliat Handaru dengan sifat keras kepalanya. Gue suka mikir, ini warisan dari mana? Kalo mau nenen, dibilang “Cium mama dulu,”ngegeleng. Tapi kemudian disuruh, “Yaudah kalo nggak mau cium mama, tutup pintu dulu gih.” Eh dia jalan lho nutup pintu!


Nak, nyium tinggal monyongin bibir tempelin ke pipi mama. Mungkin dia ingin olahraga.. :)))

Ada lagi, kedoyanannya akan kerupuk kampung. Tiap ke pasar, gue wajib beli kerupuk kampung tersebut. Karena selain Daru suka, kerupuk tersebut memiliki fungsi menenangkan. Loh? Yak, jika cah lanang itu sedang cranky, berilah sepotong kerupuk kampung maka ia akan zen kembali. 

Stubbornness comes alive again when it comes to meal time. Nggak bakalan doi makan sebelum selesai tuh satu kerupuk kampung! Yasalamualaikum…

Yang paling bikin aku bahagia, Handaru udah bisa ngomong “Mama”. Sebenernya udah lama sih, tapi sekarang ia udah tau kalo gue itu Mama-nya. Tiap bangun tidur udah nggak nangis, tapi manggil “MAMA!” Kalo gue dateng, Daru nggak manggil lagi. Kalo gue lagi kerja di atas, kadang dia suka manggil “MAMA! MAMA!” Yang bikin mamanya pengen cepet-cepet selesai kerja.

Lalu, jiwa bersih-bersih anak ini mungkin memang sedikit lebih dari biasanya. Video di bawah dia lagi nyikat pintu. Hahahahaa.. Jangan laporin gue ke komisi perlindungan anak yuaaa...

video

Kadang gue mulai khawatir kalau perkembangannya mungkin nggak secepat anak lain. Kekhawatiran itu masih ada. Tapi, rasa amaze dan cinta mama ke Daru mengalahkan segala kekhawatiran. Sehat terus ya, nak. You know I love you.


No comments:

Post a Comment