Monday, February 16, 2015

Australia (Melbourne & Sydney) Trip Day 2: Queen Victoria Market, Melbourne Museum



Selasa, 23 September 2014

Rise and shine! Menu hari ini: Queen Victoria Market dan Melbourne Museum.

Ada drama dulu nih, semalem. Daru tiba-tiba kebangun jam 12 malam, dan ngga mau tidur lagi. Perkara Daru bangun malam hari sih udah biasa banget. Biasanya gue tinggal susuin, dia pun kembali tidur dengan mudah. 

Namun! Semalam doi melllleeek semelek-meleknya. Gue sampe bingung nyusuin gaya apaan, karena dia nggak ketiduran juga gue susuin. OH NO!

Karena gue dan Mono hari itu lagi lelah banget, nggak kepikiran sama sekali loh kalo anak kita itu…. LAPER!!! Ya, gara-gara semalem sampe hotel langsung ketiduran, ya pasti nggak makan malem dong ni bocah. Dan ini baru tercetus dalam otak sekitar jam.. 2 pagi. Zzzzzz….

Bener kan! Disuapin baby food Korea, doi mangap-mangap terus. Hih! Dan akhirnya sekitar jam ½ 4, Daru mau tidur. Maaaaakkkk….

Ya karena peristiwa drama semalam itu, gue sama Mono jadi kesiangan bangun.  Padahal, niatan mau berangkat pagi buat sarapan di Queen Victoria Market. Akhirnya, kita baru berangkat jam 10. 

Untung aja, hotel Oaks on William bener-bener deket ke Queen Victoria Market. Literally walking distance. Baru jalan 5 menit, sampe! Horeee…

Queen Victoria Market is a major landmark in Melbourne. It is a very busy market with lots, lots, lots to see and taste. Sayuran seger dan buah? Dipejeng. Oleh-oleh? Udah nangkring. Jajanan? Banyak. Daging ayam, sapi, babi ? Adiiin… Pokoknya rugi deh kalo nggak kesini.

Image from here  



Apalagi buat gue, yang kalo absen ke pasmod BSD seminggu sekali aja udah kangen. This is a real treasure!










 
Nah, mulai dari mana ya? Gue lupa kami masuk dari pintu mana, yang jelas, begitu masuk, kami disambut oleh berbagai souvenir. Ada Ugg boots, coat,  sampe wall art juga ada.


 



 Terus lagi, ada pasar segarnya. Naaah, ini yang aku suki! Jiwa emak-emak emang tak terhindarkan deh di sini. Menurut gue, di sini sayurannya terlihat super fresh dan gede-gede. 



blood oranges ini juga enaaaaak banget.....

 Ada alpukat namanya Hass Avocadoes, yang gue nggak tahan untuk nggak beli dan cemil di tempat. Rasanyaaaa… enak! Super creamy dan manis. Jarang banget kan nemu alpukat langsung mateng dan langsung bisa diembat. Harganya sih, mahal. Hahaha.. 5 dolar per 3 biji bok! Ya sutralah worth it banget.

Lanjut lagi, ke bagian delicatessen. Di sini nemu feta cheese yang dibungkus sama smoked salmon. 3 dolar aja! Hap, langsung telen. 


Some fresh ciabattas

Rasa langsung  ingin grilling!
Rata-rata sih, kios-kios di QVM menyediakan makanan matang buat kita cemil-cemil. Misal, kios ayam. Selain jual berbagai potongan ayam mentah, mereka juga jual roasted chicken, chicken wings lengkap sama kentang goreng. Aduh, enak! Tapi alamat perut buncit dan miskin ya kalau begini…

 


Surga banget.. Gak perlu susah-susah bikin saus/dips!




Fresh flowers available!

Akhirnya daripada berperilaku boros tak terkendali, kami duduk-duduk sambil akhirnya sarapan (sarapan beneran!) berupa kebab dan kopi. Hihihi…


1 PM

Udah kesiangan, nih.

Menu selanjutnya yang harus ditempuh adalah ke Melbourne Museum. Sambil jalan, nemu di seberang Melbourne Central nemu bangunan-bangunan yang banyak muralnya. Ihh seneng nemu kayak gini-gini. Jangan sampe disia-siain, siiissssttt…


Perjalanan ke Melbourne Museum nggak makan waktu terlalu lama, sekitar setengah jam udah sampe. Sebelum sampai museum, kami disambut oleh sebuah taman yang indaaaaahh sekali. Namanya Carlton Gardens.

Entah apa yang bikin suasana di Carlton Gardens adem banget. Apakah karena emang lagi spring, suhunya yang bersahabat, atau emang kite sebagai penduduk Jakarta yang kurang asupan-asupan begini-gini ini nih. Hihihihi…
 




Panoramic view of Carlton Gardens *insert laf laf laf laf laf emoticon*

2 PM
Jalan dari situ, kami disambut bangunan Melbourne Museum yang futuristik.





Nggak seperti NGV yang gratis, untuk masuk Melbourne Museum kita harus bayar AUSD 12/orang. Jadi, apa isi Melbourne Museum? Isinya adalah museum sejarah dan alam dari Australia.

First stop, adalah area Dinosaur Walk. Buat suami gue yang penggemar Dinosaurus, area ini sungguh menakjubkan. Sedangkan buat gue, zzzzzzzz… Ya abis, standar lah ya, kalo area dinosaurus pasti ada fosil yang berukuran segede rumah.



 Area di sebelah Dinosaur Walk yang menurut gue lumayan menarik. Yaitu bagian serangga. Walaupun KZL stengah mati ama serangga, tapi Melbourne Museum bisa bikin display serangga jadi lucu. Ratusan jenis-jenis serangga dipajang beserta penjelasannya masing-masing.


Ohh gituu... Tapi, hoeeeekkkkkkk...



Kalau mau lihat koloni semut dari deket, juga bisa lho....

-       
Next, ke bagian Wildlife of Victoria. Ih ternyata banyak ya, ngga cuma kangguru doang. Ya iyalah, shaaeeee…

Kumpulan fauna wildlife di Australia

Mari move on dari para fauna, lalu lanjut ke bagian lain. Ada area bernama WWI: Love & Sorrow. Di sini ditunjukkan berbagai cerita di balik partisipasi Australia dalam Perang Dunia I.


Cerita tentang prajurit yang mukanya rusak parah karena perang, but somehow, survived.

Ini sedih banget :((( di foto bawah ada sepatu dan surat aslinya yang nggak pernah diterima oleh sang ayah :(


Bagian lain seperti Human Body, menurut akika sih, kurang menarik. Ada lagi area First People, yang menceritakan perjalanan orang Aborigin lumayan lucu sih. Selain menampilkan senjata-senjata orang Aborigin, ada juga cerita-cerita orang Aborigin yang hidup di masa sekarang. Kasian lho, mereka. Udah terpinggirkan, kadang suka dikira orang Arab lah, Latin lah sampe orang Mexico. *pukpuk*



Sebenernya, pengen lanjut ke area lain. Tapi, like usual, Daru mulai rewel dan minta bobo. Sama sih, emaknya juga udah mulai pekhel… dan lafer…

 So, see u next time Melbourne Museum! Kesimpulan dari tempat ini sih, layak kok dikunjungi. Apalagi kalau bawa anak-anak usia SD. Museumnya cukup interaktif dan ada playgroundnya.

Suka deh pemandangan rental sepeda di Melbourne indang..



5 PM
Setelah dari situ, kami nggak ada tujuan lagi selain pulang ke hotel. Tapi sebelumnya, harus beli makan malem dong!

Kami langsung menuju Menya Ramen, yang direkomendasiin sama temen kami, Henny dan Dita. Katanya, Gyu Tan Don alias lidah sapi pake nasi dari resto Menya Ramen ini terkenal paling enak sejagat. Jadi, kami takeway Gyu Tan Don buat saya, vegetable fried rice buat Daru, and fried noodle for Mono.

Kesimpulan? Bener banget ternyata rekomendasinya. Gyu Tan Don bener-bener makanan dari sorgaaa.. Dagingnya lembut dan gurih. Sprinkle daun bawang sama cabe juga bikin rasanya “meriah”. Hmmm, sebenernya ada campuran red wine-nya sih, tapi sekali-sekali ngga papa lah yaaa.. Maafin Baim ya Allaaah…

Maafkeun fotonya yang kurang mumpuni yah, pake kamera hape abisan akik udah lafar...
Sayangnya, fried noodle nya terlalu berminyak dan dagingnya ketebelan. Vegetable fried rice-nya? Sami mawon ngasalnya. Banyakan frozen vegetable-nya daripada nasinya. Tapi, enak-enak aja sih rasanya, Daru mangap terus kok. Kesimpulan? Makan gyu tan don aja kali ya...


Sekian petualangan kami di hari kedua. Sampai jumpa besok di hari terakhir di Melbourne!

No comments:

Post a Comment