Friday, December 26, 2014

My 2014 Highlights




2014? Banyakan di rumahnyaaa… Hahaha.. Ya nggak heran bok, eke kan ibu rumah tangga yang kadang-kadang freelance. Kesibukan sejauh ini ya masak dan ngurus anak, sama (usaha) ngurusin badan. 

Sounds pathetic to you? At first I feel the same way. Kadang sempet ada perasaan kangen pengen balik ngantor. Tapi kemudian inget kalo gue stress berat kalo macet, dan gue ninggalin Daru sehari aja udah kepikiran. Ditambah kondisi juga sih. Gue tinggal sendiri (nggak sama orang tua) membuat gue nggak mau ninggalin Daru berdua aja dengan si mbak. Emak-emak rempong ngerti lah ya.. So I feel this is the best way to live right now. Can’t complain.


Life as A Mom For A Year
Terus-terus, gimana 2014 ini? Salah satu highlight tahun ini adalah ulang tahun pertamanya Handaru. Buat gue, masa-masa awal jadi Ibu itu lumayan berat. Ya masalah klasik puting lecet, nggak tidur, dan hal lain kontributor baby blues lainnya. Tapi di bulan keenam, things REALLY get better. And get easier. Apalagi setelah ada yang bantu. Alhamdulillah, I found a great helper. Mbak Ratih, yang bisa dipercaya jagain Daru, bikin gue bisa ngelakuin hal lain selain di rumah. Bounce back to the gym (walaupun ga kurus-kurus), grocery shopping (believe me after you are a mom, this activity feels like vacation :D), nulis, masak dan baking yang bikin gue ngerasa ada kehidupan lain selain ngurus anak J Handaru juga perkembangannya alhamdulillah, baik. Walaupun jalannya terbilang telat (15 bulan), tapi sekarang udah lumayan lancar di umurnya yang 16 bulan. Udah bisa ngoceh “cucu” kalau minta susu, udah bisa disuruh kiss mama ayahnya, suaranya kenceng pula (MUAAAAHHHH), ngikutin lagu Baa Baa Black Sheep, yang bikin setiap hari itu kejutan manis. Setahun jadi Ibu bikin gue terharu, TERNYATA GUE BISA jadi ibu. Hahahaa… 

  

Something Drastic
Ada beberapa hal yang gue rasa 30 banget. Hahahaa… Pertama, kecintaan sama lipstick semakin nyata. LOL. Sebut deh, NYX, MAC, Bourjois, Wet n Wild,e segala udah dicobain, dan wish list lipstick “mewah” kayak Lime Crime, Too Faced, NARS semakin bertambah! Padahal dulu pake lipgloss aja udah sukur. Never crossed my mind that someday I would a lipstick on my wish list. TUAAAAAA….

They say, signs that you are 30 is you kinda want to do something drastic, for the sake of feeling alive. Bener banget mak. So, I did something kinda extreme to my hair. YASSSS, rambut gue nggak pernah sependek ini. And true, I feel so alive (at least for now). Biasa, lagi masa-masa bulan madu sama rambut sih rasanya `nikmat bener. Belom tau aja nanti pas lagi pengen panjangin rambut lagi gimana. Plus masa-masa rambut kentang alias gak panjang dan gak pendek yang nyiksa. Let’s see aja lah yaaa..

Cieee ala-ala Alodita :))))

I pinned another country
Vacation this year: Australia! Gue, Mono, Daru mengunjungi dua kota, Melbourne dan Sydney di bulan September. Ini liburan pertama gue sebagai keluarga dan bawa bocah. Deg-degan banget awalnya, takut sendiri sama kerempongan yang udah menanti. Tapi ternyata trip bawa anak nggak sekejam yang gue  bayangin. The perks: Daru masih nyusu, jadi kalo rewel tinggal kokopin aja. Dia juga termasuk bocah yang suka dibawa jalan, jadi selama stroller melaju, maka dese bakalan anteng. The downs: Pas perjalanan pulang di pesawat! Encok sebadan-badan ngikutin Daru yang nggak bisa diem yasalaaaammm… But overall menyenangkan. The trip report? Taun depan ya sis!

at Taronga Zoo, Sydney
Brighton Beach, Melbourne


I let go and moved on
Di tahun 2013, ada satu kejadian yang sangat menyakitkan menimpa gue. It hurts so bad I thought I will die. Apakah masalah pernikahan? Ya. Kejadian ini membuat gue menyadari dua sisi kehidupan pernikahan, yaitu senang dan susah bareng. Ngucapinnya sih gampang, tapi kenyataannya bener-bener berat untuk dijalani. Gue butuh berbulan-bulan, hampir setahun untuk melupakan dan move on dan memperbaiki kehidupan. Kadang gue berpikir mungkin gue nggak akan pernah move on. 

Pertengahan tahun ini, gue tersadar, gue nggak bisa selamanya begini. Gue harus ngeringin sumur air mata gue. Kejadian menyakitkan itu justru jadi turning point buat hidup gue dan suami.Saat ini, kita berdua udah melewati masa-masa berat itu dan mencoba jadi partner yang lebih baik buat satu sama lain. Memang, ada satu sisi hati gue masih berkata negatif, “I don’t know where this goes to” atau, “I must prepare for the worst thing to happen (again)”. True. Gue nggak bisa hindarin itu. But all I can say is, we’re working better right now. And I still, can’t look for a better partner like I have right now. So you, thank you for the learning and how you make me a more patient person. You know who you are :)

So that sums up my 2014. Alhamdulillah buat semua pelajaran dan berkah di tahun ini. Bismillah buat 2015 :)

No comments:

Post a Comment