Thursday, December 18, 2014

Menjelang 30...


Is writing blog still in? Did my blog die? *pernyataan nggak penting dari orang yang jarang update blog* :))

So, it is December again, already.  And this December, I am turning 30 (!!!)


Nooo, I don’t feel old at all lho. Walaupun rasanya kayak baru kemaren pergi ke kelurahan buat bikin KTP. Rasanya baru kayak kemaren juga daftar kuliah. Hiksss… But I can't deny. Tanda-tanda penuaan udah terlihat banget bok. 

Speaking of wrinkles! Gile ape, dari jaman SMA gue udah punya wrinkles di mata. Tapi semakin terlihat jelas di usia gue menjelang kepala 3 ini. Pun metabolisme ya. Dengan pola makan gue yang sok diet ini plus olahraga minimal 2 kali sminggu, mungkin di umur 21 gue udah akan turun sekitar 5 kilo. But now? No change whatsoever.

Yastralah, perubahan fisik emang nggak bisa dihindari. But it’s not that I’ve been thinking about lately…

Ceritanya, di usia menjelang 30 ini, gue mendapatkan sebuah kesadaran. Duh, berat ni bau-baunye….
Kesadaran alias consciousness sebenernya sering banget nggak sih “menghantam” kita? Misalnya ketika gue waktu SMA pengen banget jadi dokter gigi. Sebelum lulus SMA, gue tersadar. Damn, gue nggak bisa jadi dokter gigi karena gue payah banget di pelajaran kimia. Jadinya elo harus ganti cita-cita, man. Pikiran gue berkata demikian.

Tapi proses itu nggak terlalu menyakitkan sih buat gue. Ketika tau gue harus banting setir ke jurusan sosial, gue malah bersyukur dan seneng aja ngejalaninnya.

Beda dengan sekarang, di mana gue sering merasakan “conscious moment”’ dan reaksinya.. nggak terima. Hahahahaa… 

Emang apa sih,  yang menyadarkan gue? 

 I realized that I lack of focus and it starts to bother me. Like, super lack of focus. 

Gue akui, gue orangnya gampang bosan dan setengah-setengah. Kalo jaman-jaman umur 20an awal, perilaku kayak gini dibilangnya mencari jati diri kali ya. Menjelang 30 masa masih nyari jati diri? 

Bentuk-bentuk ketidakfokusan gue? Banyak banget. Contohnya ya berat badan gue. Nggak banyak orang tau kalo gue itu struggle untuk nurunin berat badan. Strugglenya kenapa? Iya karena pipi gue tirus, perut gue nggak buncit tapi lengan bentuknya bak paha, sementara paha akrab bener kalo dibawa jalan sampe gesek-gesekan. Orang akan bilang, “Elo tuh nggak gendut” tapi nggak tau  kalo gue menyimpan sebuah ugly truth: body fat gue udah mencapai 38% dan itu setara dengan wanita usia 50 tahun.

Karena body fat gue yang mencapai angka segitu nggak terlihat jelas (ya karena pipi tirus tadi), somehow gue nggak fokus untuk nurunin berat badan. I DO WORKOUT 3 times a week, kadang lebih kalo lagi niat,  and I eat healthily. BUT! I can’t do it more than two weeks. Pasti kemudian gue lost fokus makan sesukanya. Bisa loh, gue malam ini makan ramen Hakata Ikkousha terus malem berikutnya makan nasi uduk. Gila banget nggak sih? Didukung suami yang punya motto nikmati hidup (terlihat dari berat badannya yang naik 15 kg setelah nikah). Akibatnya, berat badan stabil setelah hamil pun balik lagi, tapi nggak bisa turun. Body fat apa kabar? Ya segitu aja.

Ada satu lagi nih bentuk ketidakfokusan gue yang gue sesali sampe sekarang. Jadi ceritanya, dulu gue itu les piano dan ikut kelas jazz balet (semacam dance gitu) di Namarina. Nggak tanggung-tanggung mak, les piano gue dari TK sampe kelas 3 SMP, dan kelas jazz balet udah gue ikutin dari SD sampe kelas 3 SMP juga. Jadi total les piano gue 11 tahun, dan jazz balet udah gue tekuni sekitar 5 tahun.
Hasilnya sekarang? Nggak ada. Gue nggak menghasilkan apapun dari kedua hal yang udah gue tekuni bertahun-tahun itu. Kalo ditanya, bisa baca not balok ngga? Bisa. Bisa main piano nggak? Bisa. Tapi standar. Nggak expert. Nggak bisa ngajar.

Dan kalo ditanya, bisa nari nggak? Bisa. Ciyeee.. I’m not a bad dancer tho. Bisa lah ya ngikutin beat dan gerakannya nggak malu-maluin amat. Tapi ya gitu. Standar.

Kalo untuk yang sekarang, gue lagi merasakan ketidakfokusan gue akan masak. I love cooking, and I’m pretty good at it (ciye lagi, aaaah…), tapi sebatas enak aja kali ya. Nggak spekta. Nggak sering baking juga. 

Writing this blog post, kenapa lama banget? Ya karena gue sambil buka-buka online shop, pinterest, facebook, and else only God knows. Tab browser gue tuh suka banyak kebukanya saking nggak fokusnya gue. Eugh. That explains why this blog is lack of updates.

Kalo dulu “moments of consciousness”’ gue ini bentuknya lebih ke kesimpulan: “Ya sudahlah, nikmatin aja yang ada.”’ Tapi sekarang, nggak bisaaaa. Gue mesti berubah. Masa sampe tua nggak tau apa yang dipengenin?
 
………..


Ya amplop, curhatan gue galau usia banget nggak siiih? Antara ketawa sama miris bacanya. Gimana dooong? :)))

But if you ask, are you happy with this condition? Ya happy. I’ve got a great husband, cute son, and loving family. But it would be nice to achieve something and earn something out of the perseverance.

They say, the more you grow old, your birthday wishlist is getting shorter, since what you have is something or some things that money can’t buy.

So for once in a lifetime, I just want to be a super-focused person. Nggak bosenan. Nggak setengah-setengah. Ngejar apa yang dipengenin sampe jatuh, bangun, jatuh, bangun lagi. Ngebangun sesuatu dari 0 dan jadi sesuatu. Gue pengen sukses kayak gitu.

Udah ah,  let’s get to more updates. 

For things that money can buy….. kalo ada yang mau ngasih lipstick Lime Crime shade Wicked juga boleh lhoooo…. Ato Too Faced Melted shade Red Berry..  Atau Bourjois shade Red Flamingo..

Buat lipstick aja gue masih nggak fokus!

No comments:

Post a Comment