Tuesday, September 3, 2013

The Essentials to Bring To Hospital When Delivering Your Baby

Kumat deh nulis ginian. Biasa kangen nulis feature-featuran, hihi..

Ceritanya pas lahiran kemarin, karena nggak nyangka bakalan caesar, banyak banget barang yang ketinggalan. Alhamdulillah suami tercinta lagi cuti, dan RS deket dari rumah, jadi dia bisa bolak-balik jadi pelancar mobilitas.

Apaan aja sih yang kelupaan dan ketinggalan? Kebanyakan sih printilan, yang percaya deh, nggak bakalan ada di buku. Kalau di buku panduan hamil pastinya yang nggak boleh lupa itu kira-kira: pembalut, celana dalam, beberapa potong baju bayi, gadget (yah ini mah ga bakalan kelupaan malih), dan buku/ kitab suci sebagai distraktor nervous.

Barang-barang tersebut emang esensial banget dan jangan sampe ketinggalan. Tapi berdasar pengalaman saya waktu lahiran kemarin, barang-barang dan hal-hal ini nggak boleh lupa juga untuk dibawa dan dilakukan terlebih dahulu.


WAX FIRST!
Bukan rahasia lagi, kalo di delivery room saat melahirkan nanti area “bawah” kita harus bersih sebersih-bersihnya. Apalagi yang niatnya lahiran normal, tentunya kebotakan area bawah tersebut bakalan memperlancar tangan suster mengecek ke dalam untuk menghitung bukaan (yang rasanya aduhaaaai). Nah, daripada suster mengambil tindakan “deforestasi dadakan” alias cukur, nggak ada salahnya kita nge-brazilian wax terlebih dahulu. Terutama buat saya, yang bakalan gatel luar biasa dunia akhirat kalau daerah itu sampe dicukur. Waxing sebaiknya dilakukan 1-2 minggu sebelumnya, karena kulit cenderung sensitif setelah waxing.


     DRY SHAMPOO
Ini kheuseus buat ibu-ibu yang melahirkan dengan metode caesar seperti saya. Karena tindakan caesar diputuskan setelah air ketuban pecah, nggak ada waktu lagi untuk bersiap-siap mandi sebelum keramas.

Lah? Emangnya kenapa sih keramas is so importante sebelum operasi? Karena you bakalan kedatangan banyak tamu you know… Kasus saya, saya dicaesar 15 Agustus pukul 19.00, dan selama 24 jam nggak boleh bergerak dari posisi tiduran. Makan aja disuapin. Tanggal 16 Agustus malam, tamu mulai berdatangan. Sedangkan bodi saya udah bauk layaknya TPA Bantar Gebang dan rambut minyakan layaknya muka Mandra. Alhasil? NGGAK PEDEEEE… Untungnya geng saya Pongos pengertian dengan membawakan dry shampoo. Walaupun nggak sempet kepake, saya baru sadar benda itu penting bangeeet.

Notice how messy my hair was? If only I bring dry shampoo!


Sebelum caesar, ada baiknya rambut dipakaikan dry shampoo dulu jadi nggak terlihat terlalu berminyak. Buat yang operasi caesarnya terencana lebih enak lagi, seperti yang dilakukan sepupu saya, yakni CREAMBATH DULU CYIIIN. Jadi penampilan tetap paripurna setelah brojol.

Oiya, ada beberapa RS yang menyediakan servis cuci-blow rambut post c-sectio seperti RSPI. Enak ya?


     KERANJANG DAN TROLI TARIK
Ini terlihat agak ribet dan mencolok sih, tapi penting lho. Tau keranjang plus trolinya yang sering dibawa ibu-ibu kalau pergi ke pasar kan? Nah, ada pentingnya tuh bawa itu. Kenapa? Karena seiring banyaknya tamu, kado juga semakin banyak. Kado-kado bentuknya nggak kecil ya, pasti semuanya segede gana seperti sterilizer botol, paket botol dot lengkap dengan disinfektannya, tas bayi jumbo, de el el. Dan nggak mungkin kan check out dari RS bawa barang-barang tersebut secara sekaligus?

Solusinya, tentunya karyakan suami masing-masing untuk meletakkannya di troli, kemudian bawa ke mobil, dan transfer ke rumah satu-persatu. Praktis! Eh tapi ini khusus untuk yang rumahnya deket ya dari RS :D



     NURSING COVER/PASHMINA dan BABY WRAP
Di RS, kita bakalan pakai kimono yang nggak banget jeleknya. Udah gitu, ketika bayi udah lahir, tetikadi harus siap memberikan ASI kapan saja. Nah, hal ini bakalan ribet ketika kita mulai kedatangan tamu penjenguk. Kalau sama cewek mah cuek, nah kalo sama om sendiri? TETOOT, AWKWARD!




 Nah agar semuanya aman terkendali dan tertutupi, bawa deh nursing cover atau pashmina yang bagus. Oiya buat ibu-ibu yang ASI-nya belum keluar setelah lahiran, biasanya RS yang pro-asi bakalan membiarkan ibu skin-to-skin dengan bayinya agar ASI mau keluar. Nah, ada baiknya juga untuk bawa babywrap supaya proses skin-to-skin berjalan lancar J



     GUNTING KUKU BAYI
Saya nggak tahu kalau bayi lain gimana, tapi kuku Handaru panjang banget ketika baru lahir. Dan ini menyulitkan proses saya memberikan ASI. We’re both just having a new status: satunya new human, satunya new mommy, jadinya dua-duanya masih salah-salah. Waktu ngasih ASI rasanya berantem terus sama kukunya Handaru. Hiks! Nah, sebelum lahiran, sempetin deh beli gunting kuku bayi. Setelah lahiran, tinggal minta potongin sama suster deh…


Sekian tips dari saya. Semoga membantu buat para mommy yang bingung mau bawa printilan apa ke RS. Oiya,Di RS, semuanya sih masih mudaaaahhh.. Apa-apa tinggal pencet bel, “Suster! Pakein popok anak ai ya!”, “Suster, bedongin dong susah niiih…”


Begitu sampe rumah, DICIUM REALITAAAA… Welcome to the parenthood!

1 comment: