Thursday, March 22, 2012

Male Singers I Love and How Mayer Hawthorne Has Topped Them All

Buat perempuan kebanyakan, termasuk saya, male singers alias penyanyi laki itu sebuah kombinasi mematikan, apalagi kalo ganteng. Kalo dengerin lagu-lagu para male singers ini, serasa dinyanyiin sambil ditatap matanya di ruangan yang temaram kemudian selanjutnya...

Untung ilusi ini hanya berlangsung sampe abege saja.

Selama menyukai musik, udah ga terhitung berapa penyanyi pria yang jadi favorit saya. Kenapa saya lebih suka penyanyi pria daripada penyanyi wanita, ya udah pasti karena sexual factor.. Love song is better with heavenly words towarding to “her” than “him” rigghhtttt??

Jika ditilik-tilik, male singers itu terdiri dari beberapa kategori:

1. Yang lagunya enak + tampang surgawi
Yang masuk kategori ini menurut saya tentu saja 3J, John Mayer, John Legend, dan Jason Mraz, dan Michael Buble. Modalnya: tampang yang kecipratan keringetnya Nabi Yusuf + lagu yang gampang dihafalin + perutnya lurus gak belok-belok. Selain itu typical dari kelompok ini adalah fashion statement mereka yang “aman”, kalo nggak urakan kayak kedua JM, rapi jali pake dasi dan sepatu mengkilat ala JL atau MB.




2. Yang lagunya enak + tampang lumayan
Banyak nih yang kayak gini, walaupun aura upil Nabi Yusuf aja gak ada, tapi punya musik yang bikin nagih. I love: Jack Johnson and his surfing buddy Donavon Frankenreiter, Amos Lee, Simply Red, Beck, atau Jens Lekman.



3. Leader band yang paling menonjol di band-nya, tapi kalo sendirian jadinya nggak terlalu kece alias band-jenik
Menurut saya Chris Martin lah yaaa.. Sama Jay Kay nya Jamiroquai, atau Erlend Oye nya Kings of Convenience.


4. Boybands
Tampangnya masuk kategori 1 (bahkan kadang-kadang lebih dari kategori 1, mungkin bidadara surga aja kalah), suaranya pun oke, tapi terkadang sisi macho mereka luntur tur tur  begitu mereka berjoget. Walaupun Ronan Keating, Nick Carter,dan Shane Filan tetap memiliki hatiku ketika umur belasan.



Nah, sejak tahun 2011 bertambah satu lagi male singer favorit saya, Mayer Hawthorne. I love him for so many reasons! Pertama, lagunya beda banget sama yang male singer yang saya sukai. He sings soul, a music I’m not really familiar with. Biasanya soul itu kan identik sama black people. Tapi, Mr. Hawthorne ngebawain soul dengan cara yang beda. Kebanyakan lagunya bercerita tentang perempuan (classic formula), dalam nada dan beat yang menyenangkan sekali.  Suaranya bisa serak kayak bangun tidur, bisa juga falsetto ala black people juga.


Kedua, tampangnya masuk kategori 1. Non arguable. Tapi, gayanya nggak standar kayak penyanyi kategori 1. Mayer loves tidy outfit, tapi di-combine sama sneakers Nike-nya, atau kadang-kadang dasi yang sama sekali tabrakan. Waktu Java Jazz kemarin (hari kedua), dese pake PINK SUIT (!!), flowery tie (!!), buat nemenin kemeja putih dan celana khakinya. Di hari pertama lebih ajaib lagi. Doi pake celana pendek di atas suit (!!). Even he wore RED SUIT for his concert at England (!!) tapi entah bagaimana, tetap “laki”, bikin meleleh, dan ga lekong-ish. Ajaib pokoknya kakang Mayer ini.

MH performance at England, photo by @madebymayo
at Java Jazz with PINK suit, photo by @odeliabuntario

Alasan ketiga, Mr. Hawthorne ini punya band yang bernama The County, which makes him a band leader. Tapi tanpa band-nya pun, fansnya udah kenal duluan dengan nama Mayer Hawthorne, dan kalaupun dia tampil tanpa band, nggak bikin jeniknya menurun. Ah gokil pinter banget deh kamyu...











at press conference, he wore a bath suit!!!!

Java Jazz day 2



On the top of the reason, konsernya di Java Jazz kemarin bener-bener bikin senyuuum! Di luar lagu-lagunya yang emang udah saya hafal mati, Mayer Hawthorne is really an incredible piece to watch on stage. Lucu dan gemesin bikin pengen sentil! MH punya "tradisi" untuk ngambil foto di setiap stage doi tampil dimanapun buat di-upload di Instagram. Yang bikin ngakak adalah sesi “picture time” dimana dan band-nya spare waktu beberapa menit buat difoto dalam berbagai gaya kocak. Doi juga ngajak joget bareng di lagu medley “Shiny and New’ dan  “I Wish it Would Rain”. Mana pake sesi buka kancing jas pula sebelum lagu medley tadi.  Haduuh... *kipaskipaskepanasan*


Java Jazz day 3. Akhirnya ikut nampang juga...



picture time!!
Mari kita tonton video konsernya kemarin yang sangat menggemaskan:


Suasana retro ala tahun 50an berasa banget waktu MH dan bandnya nyanyi harmonisasi vokal ala Motown. Konser pun ditutup sama encore “Maybe So, Maybe No” sama “Gangsta Love”.  Like being mind-bogglingly starstruck in one hour... Bener-bener pengalaman konser yang bikin hepi sampe beberapa hari (Pengalaman terakhir seneng nonton konser kayak gini waktu Jason Mraz).

Mayer Hawthorne, thank you for the awesome concert, you make me feel so shiny and new again!

No comments:

Post a Comment