Sunday, July 31, 2011

The Cranberries Concert


I am a 90s kiddo. I lived and grew watching The Power Rangers, Teko Ajaib, and Keluarga Cemara. I used to think that Walkman is the coolest invention on earth. I said “Nggak kuku lah yaaa..” to my friends. I ate anak Mas like there’s no tomorrow. And I spent my weekend watching MTV Asia Hitlist.

Yes, tahun 1997-2000an dulu, dimana MTV masih menayangkan musik (bukan acara abege hamdun dan abege annoyingly spoiled yang ngabisin 1 million dollar buat pesta sweet sixteennya), MTV Asia Hitlist was in top of my list. Seneng aja nontonin acara dimana lagu-lagu saat itu cuman bisa saya dengerin di  radio Prambors di-compile jadi satu. Plus video klip pula. Cintaaaaa!

Kebiasaan nonton MTV Asia Hitlist bikin saya juga jadi 90s music adorer. Alanis Morissette, Backstreet Boys, Marcy Playground, Cake, dan salah satunya The Cranberries. Saat itu ngefans sih nggak sama The Cranberries, tapi tanpa saya sadari I grew up with their hits.

Tahun 94 video klip “Zombie” ngalah-ngalahin iklan di RCTI. Tahun-tahun  berikutnya udah hafal “Linger” sama “Ode To My Family”.  Tahun 96 rada ngeri plus suka sama video klip “Salvation”. Lanjutlah “Analyse”, “Animal Instinct”, “Just My Imagination”  sampe “Promises” secara nggak sadar nempel terus di kepala, mungkin karena gitar mereka yang simpel plus lirik yang nggak susah-susah banget dihafalin.
 
Video klip favorit saya, "Promises"

Makanya, waktu tau ada The Cranberries ada di lineup Java Rockin’ Land kemarin, nggak pake ragu langsung cusss kepengen nonton.  Soalnya menurut saya, band/ musician yang lagunya saya hafal lebih dari 10, wajib ditonton live, hehehe..

Kesimpulannya setelah liat langsung Mama Dolores and Friends? Epic! Nggak usah tanya lagi deh ya lighting yang dipake sama Papa Peter Gontha, udah pasti spektakuler. Di luar itu, The Cranberries juga ngerti banget sama yang ditungguin fans-nya. Setlist nggak jauh-jauh dari hits 90an-nya. Signature style Dolores nggak berubah, jogetan plus Yodeeling voice nya itu loh! Although Dolores wasn’t too talkative, I drown myself in one hour of 90s. The Cranberries just gave me time machine.





Too bad, “Stars” sama “When You’re Gone” nggak dibawain. Nggak apa-apaaa...Yang jelas, konser ini udah jadi obat buat gue yang kecewa karena nggak jadi nonton konser Mocca beberapa hari sebelumnya.

Thank you so much The Cranberries!

Photo by: Indonesian Tunes

Sunday, July 24, 2011

(Lebih) Satu Bulan Menikah

Saat menulis ini, ada satu dengkuran yang menemani persis di sebelah saya. Alhamdulillah, suara dengkuran suami.  Dengkuran yang sudah sebulan lebih menemani sejak 5 Juni 2011.

Banyak yang bertanya, bagaimana rasanya jadi istri? Well, pengalaman satu bulan menjadi istri memang belum banyak yang bisa diceritakan. Yang jelas, saya begitu menikmati masa “honeymoon phase” yang katanya, cuma 14 bulan ini. Katanya sih menurut penelitian, setelah 14 bulan masa pernikahan, mulai muncul rasa bosan menjalani pernikahan (ah semoga tidak).

Hal-hal baru yang menyapa pasca 5 juni 2011: Bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan makanannya yang akan segera dijemput bekerja, space di lemari yang kini terisi dengan boxer dan kemeja kotak-kotak, satu lagi suara laki-laki yang terdengar di ruang keluarga, tempat tidur yang tak lagi milik sendiri (untung saya tidurnya kalem :)),  sepatu pantofel hitam di rak alas kaki, tangan yang bau bawang karena mencoba memasak untuk suami,  minum jeruk nipis tiap pagi saat menginap di rumah mertua, dan yang paling menyenangkan adalah pelukan dan ciuman hangat sesaat sebelum tidur dan saat bangun pagi.

Memang semua serba tak familiar, tak akrab, and some speedbumps are already blocking in the beginning of our road, but it’s not a thing to be afraid of.  Ya dinikmati saja.

Karena rasanya sangat menyenangkan :)